Banner Header

Datang Ke TPS, Masyarakat Wajib Membawa KTP

redaksi

simulasi pemgutan dan penghitungan suara serta penggunaan aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi Suara (SIREKAP).
simulasi pemgutan dan penghitungan suara serta penggunaan aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi Suara (SIREKAP).

BULUNGAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bulungan kembali melakukan simulasi pemgutan dan penghitungan suara serta penggunaan aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi Suara (SIREKAP).   

“Simulasi ini untuk memberikan pehamanan kepada masyarakat, bagaimana proses di TPS. Dan KPPS melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Jadi pemantapanlah apalagi dengan penggunaan SIREKAP,” ujar Ketua KPU Bulungan Lili Suryani kepada Kaltara News, Rabu (31/1/2024).

Ia menjelaskan untuk masyarakat yang memiliki hak pilih wajib membawa  Kartu Tanda Penduduk (KTP), paspor atau visa. Tujuannya untuk mengetahui bahwa pemilih tersebut masuk dalam kategori Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Baca juga  KPU Umumkan Jika Presiden Cuti Untuk Kampanye

“KTP di TPS wajib dibawa cuman ada pembaginya. Maksudnya kalau tidak membabawa KTP elektronik bisa fotokopi KTP-nya, bisa fotokopi digitalnya, atau surat keterangan yang dikeluarkan Disdukcalil yang ada fotonya. Kemudian boleh paspor dan visa. Selain daripada itu tidak boleh,” jelasnya.

“C pemberitahuan itu fungsinya nanti akan dicocokkan dengan KTP yang dibawa apakah benar orang yang bersangkutan. Karena yang menjadi poin penting nama, NIK, dan foto,” lanjutnya.

Sementara itu terkait penggunaan aplikasi SIREKAP, Lili mengungkapkan tujuannya adalah untuk memberikan informasi lebih cepat. Sehingga masyarakat dapat mengetahui update penghitungan suara di TPS. Selain itu, data yang diinput melalui aplikasi SIREKAP menjadi balance terhadap data yang ada di TPS.

Baca juga  Pastikan Logistik Pemilu 2024 Dalam Keadaan Aman, Kapolda Kaltara Pimpin Pengecekan Ke Gudang KPU Di Malinau

“Datanya nanti akan masuk ke info pemilu dan masyarakat bisa langsung mengupdate data tersebut jadi berjalan terus sampai dengan selesai rekapitulasi ditingkat kecamatan. Nanti kan itu sebagai balance apakah benar data proses yang ada di TPS,” ungkapnya.

Lili menambahkan untuk mengantisipasi adanya gangguan jaringan pada saat penginputan data. Pihaknya telah berkoordinasi dengan PT. Telkom. Termasuk pihak PT. PLN dan aparat keamanan. “Sudah koordinasi dengan telkom, pihak keamanan, pihak PLN,” tambahnya. (redaksi)

Baca Juga