Banner Header

Pemkab Bulungan Anggarkan Rp 15 Miliar Pembangunan Jembatan Sungai Nyelung

redaksi

Bupati Bulungan Syarwani (kanan) didampingi Kepala Dinas PUPR Hairul (kiri) saat meninjau pembangunan jembatan Baratan, Rabu (31/1/2024).
Bupati Bulungan Syarwani (kanan) didampingi Kepala Dinas PUPR Hairul (kiri) saat meninjau pembangunan jembatan Baratan, Rabu (31/1/2024).

BULUNGAN – Pemkab Bulungan mengalokasikan anggaran senilai Rp 15 miliar untuk pembangunan jembatan Sungai Nyelung, Desa Long Sam, Kecamatan Tanjung Palas Barat. Dengan anggaran itu Pembangunan jembatan yang menghubungkan 3 Kecamatan di wilayah Hulu Sungai Kayan selesai tahun ini.

“Tahun 2024 ini kita sudah mulai membangun konstruksi pembangunan jembatan Nyelung dengan anggaran yang telah dialokasikan di APBD 2024 kurang lebih Rp 15 miliar,” ujar Bupati Bulungan Syarwani beberapa waktu lalu.

Ia berharap proses administrasi pekerjaan hingga lelang proyek sampai dengan kontrak bisa tuntas secepatnya. Sehingga pelaksanaan pembangunan jembatan memiliki waktu yang panjang dan bisa selesai tahun ini.

“Sehingga harapan kita semuanya bahwa satu tahun 2024 ini seluruh tahapan pembangunan Jembatan Nyelung ini bisa tuntas 100 persen dan mungkin sudah bisa difungsionalkan masyarakat yang melewati sepanjang menghubungkan tiga kecamatan yang ada di Kabupaten Bulungan menuju akses ibukota Tanjung selor,” harapnya.

Baca juga  Pembangunan Jembatan Baratan Ditarget Rampung Tahun Ini

“harapan saya kepada Dinas PUPR untuk segera menindaklanjuti untuk segera memulai kegiatan pengerjaan di tempat ini sehingga nanti bisa diefektifkan dalam pemanfaatan waktunya,” sambunya.

Sementara itu Kepala Dinas PUPR Bulungan Hairul mengatakan Pembangunan jembatan Sungai Nyelung memiliki struktur dasar abutment dengan lantai jembatan beling atau rangka baja pra-fabrikasi yang bersifat portable.

Baca juga  Dirbinmas Polda Kaltara Dengarkan Keluhan Masyarakat

“Satu hal yang pasti dari sisi konstruksi ini tetap menggunakan abutmen, dengan konstruksi beling yang nanti dilaksanakan. Tapi bukan berati beling ini bukan hanya bersifat permanen tapi kedepan dengan kemampuan yang dimiliki pemerintah daerah tentu perhatian kita untuk mempermanenkannya dalam lima tahun beton baja itu pasti akan kita tindaklanjuti,” tuturnya.

Menurutnya untuk saat ini pembangunan jembatan dilakukan dengan konsep beling karena menyesuaikan dengan kemampuan keuangan pemerintah daerah. Meski demikian masyarakat yang melintas atau melewati jembatan tetap aman. Sementara itu dari segi tonase, jembatan Sungai Nyelung sanggup menahan beban 10 hingga 15 ton.

Baca juga  Ditanya Soal Maju Di Pilkada 2024? Syarwani: Dari Segi Pribadi Ia

“Tapi paling tidak dengan kondisi hari ini kita bisa menyanggah sementara dengan konsep jembatan beling ini tetap bisa dilalui oleh masyarakat. Dan bisa aman digunakan oleh masyarakat yang melintas menuju ke Tanjung Selor,” bebernya.

“Jembatan ini kita desaian dari rangka baja, dari sisi abutmen. Kemudian dari kekuatannya kalau rangka baja itu sekitar 20 ton bisa. Namun karena keterbatasan anggaran karena kalau rangka baja ini kita harus menyiapkan 32 miliar. Karena ini bertahap, konstruksi rangka baja tapi untuk jembatannya kita pakai beling. Sekitar 10 sampai 15 ton untuk rangka beling bentang 60 dengan pilar Tengah,” tambahnya. (redaksi)

Baca Juga