BULUNGAN – Sebanyak 3.500 pendayung putra dan putri ambil bagian dalam Festival Sungai Kayan 2026 di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Dalam gelaran tahun ini, tercatat sebanyak 122 perahu terdaftar untuk mengikuti lomba dayung tradisional.
Bupati Bulungan, Syarwani, menyampaikan bahwa festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga tradisional, tetapi juga wadah mempererat kebersamaan masyarakat serta melestarikan budaya daerah.
Partisipasi peserta pun tidak hanya berasal dari Kabupaten Bulungan, tetapi juga menjangkau daerah lain, termasuk Kabupaten Berau dan wilayah Kalimantan Timur. Antusiasme tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Salah satu kelas perlombaan, yakni kelas 50, dibuka secara khusus bagi peserta dari wilayah Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur.
“Partisipasi dan dukungan yang diberikan tidak hanya dari masyarakat lokal Kabupaten Bulungan, tetapi juga dari daerah lain, termasuk rekan-rekan dari Berau,” ujarnya, Rabu (14/10/2026).
Festival Sungai Kayan telah dilaksanakan selama tiga tahun berturut-turut dan menjadi agenda rutin pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bulungan.
Pada pelaksanaan kali ini, kegiatan tidak hanya berfokus pada lomba perahu dayung tradisional, tetapi juga menghadirkan pertunjukan musik tradisional serta penampilan musisi dan seniman lokal Kabupaten Bulungan.
Selain menjadi ajang olahraga dan pelestarian budaya, Festival Sungai Kayan 2026 turut memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan aktivitas perdagangan.
“Berdasarkan laporan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Bulungan, sekitar 130 UMKM berpartisipasi di sepanjang kawasan kegiatan, mulai dari depan VIP Pelabuhan hingga ke arah Kampung Arab,” ucap Bupati.
Kehadiran peserta dan pengunjung diharapkan dapat mendorong perputaran uang, meningkatkan transaksi usaha lokal, serta mempererat silaturahmi antarmasyarakat.
Dengan jumlah peserta mencapai sekitar 3.500 pendayung dan dukungan pelaku UMKM, Festival Sungai Kayan 2026 menjadi salah satu agenda daerah yang memadukan olahraga tradisional, seni budaya, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Saya berharap penyelenggaraan festival ini terus berkembang dan mampu menarik partisipasi masyarakat dari berbagai daerah pada tahun-tahun mendatang,” harapnya. (redaksi)




