BULUNGAN – Suasana peringatan hari ulang tahun ke-66 Kabupaten Bulungan diwarnai kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut. Kondisi kualitas udara yang dapat berubah sewaktu-waktu menjadi tantangan bagi pemerintah daerah, terutama dalam menentukan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.
Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan kondisi udara cenderung berubah-ubah, karena itu, pihaknya perlu melakukan pemantauan secara berkala dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kualitas udara memburuk.
“Kondisi kualitas udara ini bisa fluktuatif, kita juga susah untuk memprediksi. Kadang-kadang mungkin pada sore hari itu di bawah ambang batas yang normal, aman,” ujarnya.
Disisi lain syarwani menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar memang penting untuk tetap berjalan. namun, kesehatan dan keselamatan siswa harus menjadi pertimbangan utama. menurutnya, pembelajaran masih dapat dilakukan melalui skema lain apabila kondisi udara tidak memungkinkan siswa untuk beraktivitas di luar ruangan.
“Ya tentu komitmennya ya, kita memang belajar menjadi penting bagi adik-adik kita, tapi keselamatan, kesehatan mereka jauh lebih penting,” ungkapnya.
Paparan asap dikhawatirkan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut atau ispa, terutama bagi anak-anak yang rentan terhadap dampak polusi udara. Syarwani berharap, pemantauan kualitas udara dan koordinasi antarinstansi dapat berjalan optimal untuk meminimalkan risiko kesehatan akibat kabut asap.
“Nah, kita juga harus memitigasi, makanya teman-teman di Dinas Pendidikan, saya minta setiap saat monitoring kalau memang emergingsi langsung berlakukan, langsung hentikan dan langsung dilakukan pemulangan terhadap adik-adik kita yang menempuh pendidikan,” terangnya. (redaksi)




