Banner Header

Tinggalkan Upacara Sebelum Selesai, ASN Bulungan Terancam Sanksi

redaksi

BULUNGAN – Bupati Bulungan, Syarwani, menegur aparatur sipil negara (ASN) yang meninggalkan lapangan sebelum upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Bulungan selesai dan dibubarkan secara resmi oleh pemimpin upacara.

Syarwani menyayangkan sikap sejumlah ASN yang dinilai kurang menunjukkan kedisiplinan dan keteladanan dalam mengikuti kegiatan peringatan hari jadi daerah sendiri. Padahal, menurutnya, momentum tersebut merupakan agenda tahunan yang seharusnya dihormati oleh seluruh jajaran pemerintah daerah.

“Saya perhatikan dari atas panggung, memang sebelum acara itu bubar, sebenarnya banyak teman-teman ASN yang notabenenya sebagai peserta upacara sudah keluar,” ujar Syarwani.

Ia menegaskan, ASN semestinya menjadi contoh bagi masyarakat, terutama dalam menunjukkan sikap disiplin, menghormati kegiatan resmi, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka mengabdi.

“Ini kan bukan hari jadi orang lain, ini hari jadinya kita. Kita ini warga Bulungan, kita mengabdi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bulungan. Kita berharap ASN-lah yang paling utama menunjukkan contoh, memberikan keteladanan supaya ini bisa diikuti secara lebih luas oleh masyarakat yang lain,” tegasnya.

Baca juga  Mobil Angkot Hangus Terbakar Akibat Aki Korsleting

Syarwani mengakui bahwa mengikuti upacara dalam waktu cukup lama, terlebih dengan berdiri di lapangan, dapat menimbulkan rasa lelah bagi para peserta. Ia juga memahami apabila ada peserta yang mengalami kondisi kesehatan tertentu sehingga harus beristirahat.

Namun, menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan peserta yang meninggalkan lapangan tanpa menunggu upacara selesai dan tanpa adanya pembubaran resmi.

“Saya paham teman-teman pasti capek berdiri. Saya juga capek berdiri. Dan tentu ini kan bukan tiap hari kita laksanakan. Ini hanya momentum setahun sekali,” katanya.

Baca juga  261 PPPK Paruh Waktu di Bulungan Dapat Perpanjangan SK hingga 2027

Ia menambahkan, peserta yang merasa tidak sehat, pingsan, atau membutuhkan waktu untuk beristirahat tetap harus mendapatkan pengertian dan penghormatan.

“Saya pahami kalau ada yang pingsan, ada yang mau istirahat, monggo silakan, kita hormati. Tapi di podium, sebelum acara itu dibubarkan oleh pemimpin upacara, banyak teman-teman yang sudah keluar dari lapangan ini. Ini yang saya tegur,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut atas kejadian tersebut, Syarwani meminta seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mendata dan menginventarisasi ASN di lingkungan kerja masing-masing yang dinilai tidak mengikuti upacara hingga selesai.

Ia menilai kedisiplinan ASN merupakan bagian penting dari tanggung jawab sebagai aparatur pemerintah. Terlebih, Pemerintah Kabupaten Bulungan telah memberikan dukungan kesejahteraan melalui tunjangan yang berkaitan dengan peningkatan penghasilan pegawai.

Baca juga  96 Desa Di Kaltara Masih Tertinggal

“Kita sudah berikan support tunjangan yang berkaitan dengan perbaikan penghasilan teman-teman. Tapi hanya untuk berdiri paling sekitar dua jam lebih, kita pun ada setengah hati,” ungkapnya.

Terkait sanksi bagi ASN yang meninggalkan upacara sebelum selesai, Syarwani menyebut pihaknya akan meminta jajaran terkait melakukan tindak lanjut, termasuk memberikan teguran. Ia juga membuka kemungkinan adanya kebijakan yang berkaitan dengan tunjangan pegawai bagi ASN yang tidak mengikuti kegiatan sesuai ketentuan.

“Ya tentu teguran, nanti saya minta dengan teman-teman. Bahkan saya sampaikan mungkin juga kita buat kebijakan, apakah yang hadir atau yang tidak hadir, ya tentu dipotong saja,” tegasnya. (redaksi)

Baca Juga