BULUNGAN – Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Bulungan berlangsung di SMP Negeri 3 Tanjung Selor, Kamis (1/10/2026). Upacara diikuti pemerintah daerah bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda, TNI-Polri, aparatur sipil negara, serta para pelajar.
Bupati Bulungan Syarwani mengatakan momentum ini menjadi bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan bangsa, khususnya tujuh pahlawan revolusi yang gugur dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila sebagai ideologi serta dasar negara.
“Ya, alhamdulillah pada hari ini pemerintah daerah beserta seluruh jajaran Forkopimda, TNI, Polri, beserta ASN dan pelajar di Kabupaten Bulungan bisa melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026,” ujarnya.
Ia menuturkan peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk meneruskan cita-cita dan perjuangan para pahlawan melalui pembangunan daerah.
Menurutnya, semangat perjuangan tersebut perlu diwujudkan melalui kerja dan kontribusi nyata dalam membangun Kabupaten Bulungan.
“Dan tugas kita hari ini, pemerintah daerah dan kita semua, wajib melanjutkan apa yang menjadi cita-cita, perjuangan dari seluruh para pahlawan bangsa untuk mengisi kegiatan pembangunan, khususnya kita yang ada di Kabupaten Bulungan,” tuturnya.
Kata dia, ditengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin pesat, Syarwani juga menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini. Pendidikan formal maupun informal dinilai memiliki peran penting dalam membentuk rasa patriotisme, kecintaan terhadap bangsa dan negara, serta memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai Pancasila.
“Tentu ini menjadi kewajiban kita semuanya, baik melalui penyelenggaraan kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah, penanaman nilai-nilai kebangsaan, rasa patriotisme, rasa kecintaan kita terhadap bangsa dan negara ini, kita tanamkan sejak usia dini, sejak anak-anak kita di usia dini melalui penyelenggaraan pendidikan formal,” ucapnya.
Selain pemerintah dan lembaga pendidikan, peran tokoh masyarakat dan lembaga kemasyarakatan juga dinilai penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak mudah terpengaruh berbagai paham maupun informasi yang beredar di dunia maya.
Syarwani mengajak masyarakat untuk lebih kritis dalam menerima informasi dengan mencari dan menggali sumber informasi secara lebih detail.
“Tentu kita harus banyak-banyak mencari informasi, menggali informasi lebih detail terkait dengan berbagai macam paham ataupun informasi yang beredar di dunia maya. Sehingga dengan demikian kita tidak akan kehilangan akar dan identitas kita sebagai bangsa dan negara Indonesia,” imbunnya.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila diharapkan menjadi momentum untuk terus memperkuat persatuan, menjaga identitas bangsa, dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
“Dan tentu menjadi komitmen kita sampai kapan pun bahwa satu-satunya ideologi di negara ini adalah Pancasila,” tutupnya. (redaksi)




