Banner Header

Bulungan Dorong Kemandirian Peternakan

redaksi

BULUNGAN – Bupati, Syarwani, S.Pd, M.Si membuka kegiatan Pasar Murah dan peringatan Bulan Bakti Peternakan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di kawasan Sabanar Lama, Tanjung Selor pada Selasa (15/9). Bupati menegaskan, Pemkab terus mendorong kemandirian pangan termasuk peternakan di Bulungan.

Diungkapkan, kebutuhan harian ayam potong di Bulungan mencapai 8.000 ekor (sekitar 6 ton daging) per hari, sementara peternak lokal baru mampu menyuplai sekitar 1.500 ekor. Kekurangan 6.500 ekor per hari saat ini masih dipasok dari luar daerah seperti Kabupaten Berau dan Kota Tarakan.

Baca juga  Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Nataru, TPID Gelar HLM

Guna mengatasi defisit tersebut, Pemkab Bulungan mendorong langkah-langkah strategis. Antara lain pembangunan Sentra Peternakan Desa, di Desa Apung yang berkomitmen menjadi sentra unggas, serta Desa Gunung Putih yang dikembangkan sebagai kawasan lumbung daging sapi.

Lalu regulasi Dana Desa di mana Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menyusun regulasi alokasi dana desa untuk mendukung kelompok usaha peternakan produktif.

Kemudian pengembangan Pakan Lokal bekerja sama dengan akademisi (termasuk Universitas Padjadjaran) dan pelaku usaha untuk memproduksi pakan lokal guna menekan biaya pakan unggas yang mencapai 40% dari total biaya produksi.

Baca juga  Kapolda Kaltara Hadiri Panen Jagung di Desa Kelubir, Dukung Swasembada Pangan Nasional

Serta optimalisasi sektor Sapi dengan mengarahkan program inseminasi buatan (IB) berfokus pada Sapi Bali yang lebih familiar dan terjangkau bagi masyarakat lokal.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat pembangunan sektor peternakan di Bulungan,” ujar Bupati.

Baca juga  Pelaku Pencurian Klinik Kecantikan Di Jalan Kedondong Diringkus Polisi

Ditambahkan, selain peternakan, Pemkab mencatatkan berbagai capaian strategis sektor pangan. Antara lain program cetak sawah bekerja sama dengan Kodim mencatatkan luasan 772,61 hektar. Kemudian Brigade Pangan Kontingen Desa Mara Hilir terpilih mewakili Provinsi Kalimantan Utara dalam pelatihan Kementan.

Lalu pembangunan Kawasan Agrokompleks berupa rencana pengembangan kawasan bekas tambang di Kelubir sebagai pusat agrokompleks dan laboratorium paska tambang. Serta Budidaya Perikanan dengan mendorong percepatan peralihan ke sektor budidaya perikanan air tawar/payau guna menunjang ekonomi nelayan. (DKIP-Bulungan)

Baca Juga