Banner Header

Atap-Plafon Gedung SMKN 2 Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

redaksi

BULUNGAN – Angin kencang disertai hujan deras menerjang kawasan SMK Negeri 2 Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Peristiwa terjadi pada, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 16.17 WITA. Kencangnya angin menyebabkan atap pada dua bangunan ruang praktik siswa mengalami kerusakan dan tercabut.

Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Tanjung Selor, Syamsul Bahri, meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait kondisi bangunan sekolah.

“Pada kenyataannya, di lapangan yang kita lihat, bukan gedung yang ambruk, cuma atapnya saja yang tercabut,” ujarnya kepada Kaltara News, Kamis (10/9/2026).

Dua bangunan yang terdampak merupakan ruang praktik siswa. Masing-masing digunakan untuk kegiatan praktik Desain Komunikasi Visual atau Multimedia, serta Rekayasa Perangkat Lunak yang digunakan siswa untuk kegiatan pemrograman.

Baca juga  Gelar Jumat Curhat, Polda Kaltara Sampaikan Ketentuan Masuk Polri

Menurut Syamsul Bahri, kejadian tersebut berlangsung sangat cepat dan diduga akibat angin kencang yang menyerupai puting beliung.

“Kebetulan angin itu bisa dikatakan angin dengan kategori puting beliung lah. Tapi memang kecepatannya luar biasa kemarin sore itu ya. Cepat sekali kejadiannya,” ucapnya.

Beruntung, saat kejadian berlangsung, tidak ada aktivitas pembelajaran di ruang praktik tersebut. Para siswa telah dipulangkan sebelum angin kencang menerjang kawasan sekolah. Untuk sementara, kegiatan praktik siswa dialihkan ke ruang kelas yang sedang kosong.

Hal ini dimungkinkan karena siswa kelas 12 saat ini sedang menjalani praktik kerja atau magang di tempat masing-masing selama kurang lebih enam bulan.

“Kelas-kelas yang kosong itulah kami fungsikan kembali untuk tempat anak-anak praktik, dan sekalian mengamankan alat-alat elektronik yang ada,” sebutnya.

Pengalihan ruang praktik juga dilakukan untuk mengantisipasi kerusakan peralatan elektronik yang berada di dalam ruangan, terutama apabila kembali terjadi hujan.

Syamsul Bahri menyebut, sebelum kejadian tidak ditemukan tanda-tanda kerusakan pada bangunan. Menurutnya, kerusakan murni disebabkan oleh bencana alam.

“Oh, ndak. Ini murni memang angin puting beliung ya, bencana alam istilahnya. Ya kalau bahasa kita tuh kan force majeure ya,” tuturnya.

Pihak sekolah juga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara. Laporan disampaikan pada hari yang sama, termasuk kepada Pelaksana Tugas Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, serta Kepala Bidang SMK.

Baca juga  Sabu 4,2 Kg dan 90 Butir Pil PCC Dimusnahkan

Pihak sekolah kemudian mendapat kabar bahwa kerusakan tersebut akan diupayakan untuk mendapatkan penanganan melalui program rehabilitasi.

“Alhamdulillah Pak Gubernur merespon baik, langsung cepat ya. Bahwa mau diusulkan yang kejadian ini kan mau direhab, dalam kategori rehab lah, itu diusulkan lebih tepatnya di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Vokasi. Dalam hal ini Direktur SMK,” imbunya.

Diketahui, dua bangunan ruang praktik yang terdampak tersebut dibangun pada tahun berbeda. Bangunan ruang praktik pertama dibangun pada 2021, sementara bangunan lainnya dibangun pada 2022. (redaksi)

Baca Juga