BULUNGAN – Wakil Bupati (Wabup), Kilat, A.Md bersama jajaran Pemkab, perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU), perusahaan pemegang perizinan pemanfaatan hutan serta unsur penegak hukum di Bulungan mengikuti rapat koordinasi (rakor) secara virtual dipimpin Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan pada Senin (7/9) di Ruang Rapat BKAD.
Rakor membahas upaya penanggulangan puncak kebakaran hutan dan lahan (karhutla.) Perkembangan terbaru kondisi karhutla di Kabupaten Bulungan berdasarkan pemantauan titik panas (hotspot), terdapat 49 titik api yang terpantau, dengan konsentrasi terbesar berada di Kecamatan Tanjung Palas Timur sebanyak 46 titik, sementara 3 titik lainnya berada di wilayah Kecamatan Tanjung Selor.
Wabup menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, perusahaan dan seluruh pihak terkait. Menurutnya, perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Bulungan memiliki peran penting untuk membantu pemerintah dalam melakukan pemadaman, khususnya di wilayah yang mengalami peningkatan titik api.
“Kita jangan hanya mengandalkan satu atau dua pihak. Kita harus berusaha bersama-sama. Apa yang menjadi kemampuan kita, mari kita lakukan secara maksimal. Saya minta perusahaan yang ada di Kabupaten Bulungan untuk bergandengan tangan membantu pemerintah dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan,” tandasnya.
Wabup secara khusus meminta dukungan perusahaan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kecamatan Tanjung Palas Timur. Bantuan dapat dilakukan melalui pengerahan armada pemadam, kendaraan pengangkut air, personel, bahan bakar maupun peralatan pendukung lainnya.
“Kalau kita bersama-sama, saya yakin dalam waktu satu minggu kita bisa menyelesaikan titik-titik api yang ada. Jangan sampai masing-masing bekerja sendiri. Kita bagi tugas, perusahaan membantu dengan alat dan armada, pemerintah mengkoordinasikan, sehingga pemadaman dapat dilakukan secara maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, dalam pemaparan kondisi lapangan, disampaikan bahwa personel dan sarana pemadam yang dimiliki pemerintah masih terbatas. Dalam satu hari, petugas dapat menerima laporan kebakaran di beberapa titik sekaligus sehingga diperlukan dukungan tambahan dari perusahaan dan kelompok masyarakat.
Pemerintah daerah selama ini juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk BPBD, instansi kehutanan, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), pemerintah provinsi, serta masyarakat peduli api untuk membantu penanganan di lapangan.
Kondisi kebakaran juga mulai terpantau di sejumlah wilayah yang sebelumnya tidak menjadi konsentrasi utama. Selain Tanjung Palas Timur, titik api mulai muncul di sekitar wilayah Tanjung Selor dan sekitarnya. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum api meluas.
Wabup juga menyampaikan apresiasi kepada perusahaan yang selama ini telah membantu pemerintah dalam penanganan karhutla. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat, terutama ketika terjadi peningkatan jumlah titik api.
“Kita cari solusi bersama. Kalau kendalanya air tidak tersedia di lokasi, kita kerahkan kendaraan dari perusahaan maupun OPD yang memiliki armada. Jangan sampai suplai air terputus. Kalau kita mau bersama-sama, Insya Allah pekerjaan ini akan lebih cepat selesai,” katanya.
Selain upaya pemadaman langsung di lapangan, pemerintah juga terus memantau kondisi cuaca dan kualitas udara. Langkah antisipasi dilakukan untuk melindungi masyarakat dari dampak asap akibat karhutla.
“Di mana ada titik api, kita selesaikan bersama-sama. Yang penting kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Ketika api meloncat atau kondisi berada di luar kemampuan kita, itu menjadi hal lain. Tetapi kewajiban kita adalah terus berusaha dan bekerja bersama,” pesan Wabup. (DKIP-Bulungan)




