Banner Header

Generasi Muda Hadapi 3 Ancaman Nyata

redaksi

BULUNGAN – Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si,secara resmi membuka Seminar Kesehatan Mental dan Isu Sosial di Gedung Wanita, Jl Serindit, pada Kamis (23/7). Kegiatan diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dalam momentum peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke 42 Tahun 2026, dan diikuti para pelajar tingkat SMP dan SMA.

Bupati dalam sambutannya menegaskan, bahwa anak merupakan aset berharga dan penentu masa depan pembangunan Kabupaten Bulungan. Ditegaskan, kesehatan jasmani, rohani, dan mental adalah syarat utama bagi para siswa untuk meraih prestasi yang maksimal.

Bupati mengingatkan, bahwa meski zaman terus berubah dari era 70-an hingga 2000-an, ada prinsip dasar yang tidak pernah berubah jika seorang anak ingin meraih kesuksesan. Bupati menitipkan dua pesan moral utama, yaitu hormati guru serta berbakti pada orangtua.

Para pelajar diimbau untuk selalu patuh dan tidak melawan nasihat yang diberikan oleh bapak dan ibu guru di sekolah, maupun guru agama di luar pendidikan formal. Kemudian menghormati orangtua adalah hal yang mutlak. Pelajar dilarang keras berkata kasar atau durhaka kepada kedua orangtuanya. Mengutip legenda Malin Kundang dari Sumatera sebagai pengingat nyata, Bupati menegaskan bahwa tidak ada orang sukses di dunia ini tanpa doa dan pendidikan dari orangtuanya.

Baca juga  Diduga Diterkam Buaya, Warga Binai Ditemukan Meninggal

Lebih lanjut, Bupati memaparkan realitas pahit terkait isu sosial yang saat ini secara nyata mengancam masa depan remaja di Kabupaten Bulungan.

“Yaitu darurat peredaran narkoba, ancaman putus sekolah akibat pergaulan bebas serta dampak buruk media sosial dan hoaks AI,” ujar Bupati.

Dipaparkan, pada 2018, sekitar 80 persen dari total kasus tindak pidana di Kabupaten Bulungan adalah kasus narkoba yang mayoritas melibatkan generasi muda. Bahkan, terdapat kasus memprihatinkan di mana seorang anak usia SMP di salah satu kecamatan di Bulungan telah menjadi kurir sabu.

Baca juga  Bupati Secara Resmi Tutup PKP Angkatan 13 Kelas Bulungan

Bupati juga mengungkap adanya pergeseran nilai yang mengakibatkan banyak anak terpaksa putus sekolah di tingkat SLTA pada tahun 2025 akibat married by accident atau kehamilan di luar nikah.

Kemudian era digital membawa tantangan tersendiri. Generasi muda diminta membatasi diri agar tidak kelelahan akibat terlalu sering men-scroll konten seperti TikTok, drama Korea, atau drama India. Selain itu, pelajar diperingatkan untuk tidak menelan mentah-mentah informasi dari Artificial Intelligence (AI) karena teknologi tersebut masih rentan menyebarkan kebohongan atau informasi hoaks yang tidak aktual.

Untuk membangkitkan motivasi para pelajar, Bupati mengambil contoh inspiratif dari dunia olahraga, yaitu Lamine Yamal. Pemain sepak bola asal Spanyol tersebut mampu mengharumkan nama negaranya dengan menjuarai Piala Dunia 2026 di usianya yang baru menginjak 19 tahun.

Baca juga  Resmikan Gedung SMKN 1 Bunyu, Wujud Komitmen Pemprov Kaltara Pada Dunia Pendidikan

Meskipun berasal dari keluarga pengungsi asal Maroko yang serba kekurangan, Lamine Yamal mampu mengubah nasib keluarganya dalam waktu singkat. Bupati menegaskan bahwa anak-anak Bulungan juga memiliki potensi yang sama, karena tokoh sukses dunia juga manusia biasa yang memiliki dua mata, dua kaki, dan dua telinga.

Bupati pun menaruh harapan besar agar peserta seminar dapat menjadi influencer yang mampu membawa pengaruh positif serta menjaga kesehatan mental teman-teman sebaya di lingkungannya dengan pendekatan bahasa yang mudah dipahami.

“Semoga dalam 10 hingga 15 tahun ke depan, para pelajar yang hadir saat ini kelak bisa menjadi pemimpin daerah, mulai dari Kepala Dinas, Bupati, hingga Gubernur,” panjatnya. (DKIP-Bulungan)

Baca Juga