Banner Header

Pelipatan Surat Suara Sudah 80 Persen

redaksi

BULUNGAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bulungan telah menyelesaikan sekitar 80 persen pelipatan surat suara Pemilu 2024. Dari 5 jenis surat suara yakni Presiden dan Wakil Presiden, DPD RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten, tersisa surat suara DPRD Provinsi dan DPRD Kabuptaen yang belum dilipat.

“Sampai hari keempat kita melipat kita sudah menyelesaikan tiga surat suara, Presiden, DPD, dan DPR RI. Sementara proses dibelakang DPRD Provinsi dapil 2,” ujar Lili Suryani kepada Kaltara News, Kamis (11/1/2024).

“Kalau ini DPRD Provinsi selesai, besok itu (Jumat) DPRD Kabupaten sekitar 70 sampai 80 persen sudah selesai tinggal, 10 persen lagi DPRD provinsi” sambungnya.

Baca juga  Jibom Brimob Polda Kaltara Laksanakan Sterilisasi Lokasi Rapat Pleno Penghitungan Perolehan Suara Pemilu 2024 Tingkat Provinsi

Ia mengatakan selama proses pelipatan surat berlangsung sejak Senin 8 Januari hingga hari ini Kamis 11 Januari 2024 terdapat ratusan surat suara yang rusak, mulai dari percetakan yang salah hingga robek saat proses pelipatan. Namun kerusakan ini jauh lebih sedikit dibanding pada Pemilu sebelumnya.

“Yang kita sementara inj yang rusak artinya yang tidak bisa digunakan itu ada kalau Presiden ada sekitar 179 lembar, kemudian DPD itu 34 lembar, kemudian DPR RI kalau yang rusak sekitar 149 lembar,” sebutnya.

“Jadi dilihat bedaan angka 2019, dengan 2024 ini lebih baik karena kerusakannya atau jenis kerusakannya lebih minim dan jumlahnya lebih sedikit. Kalau dulu banyak tuh jadi lebih sedikit artinya hasil yang perusahaan percetakan ini baguslah istilahnya,” sambungnya.

Untuk surat suara yang akan dibuatkan berita acara lalu dilaporkan ke KPU Provinsi Kaltara untuk dilakukan penggantian. Lili menambahkan setelah pelipatan surat suara selesai, selanjutnya dilakukan sortir dan penghitungan kembali. Kemudian dimasukkan kedalam kotak suara.

Baca juga  Pj Walikota Tarakan Bakal Dievaluasi Setiap Tiga Bulan

“Kalau perbaikan tidak terlalu banyak nih dan kita belum melihat total keseluruhan yang terhitung karena perlu kita hitung juga berapa sih perlembarnya yang sudah ada terlipat, apakah sesuai dengan satu kotak 500 atau 2.000, bisa saja didalam satu kotak lebih sehingga untuk jumlahnya masih sementara proses dihitung ulang,” tambahnya. (redaksi)

Baca Juga