Banner Header

Pemkab Bulungan Lakukan Inventarisasi Meja dan Kursi Tak Terpakai, Pegawai Terdampak Kebakaran Direlokasi

redaksi

BULUNGAN – Pemkab Bulungan mulai melakukan langkah cepat pasca kebakaran bangunan utama Kantor Bupati Bulungan dengan menyiapkan relokasi sementara ruang kerja bagi pegawai terdampak. Salah satu upaya yang dilakukan yakni meminta seluruh perangkat daerah menginventarisasi meja dan kursi yang tidak terpakai untuk mendukung kebutuhan operasional sementara.

Instruksi tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Bulungan, Risdianto, kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemda Bulungan.

Risdianto mengatakan, kebutuhan meja dan kursi masih cukup besar menyusul rencana relokasi ruang kerja bagi para asisten, kepala bagian serta staf yang sebelumnya berkantor di bangunan utama Kantor Bupati Bulungan yang terbakar.

Baca juga  Bawaslu Bulungan Gelar Kompetisi Debat Demokrasi Antar Pelajar SMA Sederajat

“Kami menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk menginventarisasi aset meja dan kursi yang tidak terpakai,” kata Risdianto kepada Radar Kaltara, Jumat (22/5).

Menurutnya, berdasarkan hasil pendataan sementara, fasilitas penunjang kerja masih belum mencukupi untuk mendukung aktivitas pegawai terdampak kebakaran.

“Sehubungan dengan rencana relokasi untuk asisten, kabag, beserta staf pada bangunan utama yang terbakar, berdasarkan pendataan masih dibutuhkan meja dan kursi,” katanya.

Karena itu, ia meminta dukungan seluruh OPD agar dapat membantu menyediakan fasilitas yang masih layak pakai demi mempercepat pemulihan pelayanan pemerintahan.

“Diharapkan bantuan untuk mengecek di kantor masing-masing, apabila terdapat meja dan kursi yang tidak terpakai untuk mendukung teman-teman yang terdampak,” jelasnya.

Baca juga  Berikut Kronologi Jembatan Sei Kayan Ditabrak Kapal Tongkang

Untuk sementara waktu, aktivitas perkantoran bagi pegawai terdampak kebakaran dipindahkan ke ruang serbaguna yang berada di area Kantor Bupati Bulungan. Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan pemerintahan kepada masyarakat tetap berjalan normal meski sejumlah ruangan utama belum dapat digunakan pasca kejadian kebakaran.

“Kami berupaya memastikan pelayanan publik tetap berjalan dan kebutuhan fasilitas kerja pegawai terdampak dapat segera terpenuhi,” pungkasnya. (*/red)

Baca Juga