TANA TIDUNG – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara) Ingkong Ala, S.E., M.Si secara resmi membuka Rapat Kerja (Raker) Lembaga Adat Dayak Kenyah (LADK) Tana Tidung yang digelar di Waterpark Mahesa di Kabupaten Tana Tidung, Sabtu (17/1).
Dalam kesempatan itu, Wagub Ingkong didampingi istri Kornie Serliany Ingkong, ST., menyampaikan apresiasi atas terlaksananya Raker LADK Malinau di Balai Adat Udang Jalung Kabupaten Malinau dan Raker LADK Tana Tidung di Waterpark Mahesa di hari yang sama.
Wagub Ingkong mengatakan kegiatan ini adalah sebuah momentum refleksi atas pengabdian organisasi sekaligus penguatan persatuan warga Dayak Kenyah di Tana Tidung dan Malinau.
“Dari keluarga yang kuat akan lahir organisasi yang solid, dan dari organisasi yang solid akan lahir kontribusi nyata bagi daerah dan bangsa,” kata Wagub.
Ia menuturkan kegiatan ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi sebagai bentuk dari kerendahan hati, kesadaran iman dan kebersamaan dalam diskusi untuk program kerja kedepannya.
“Walaupun jumlah kita sedikit, kekuatan kita ada pada kekompakan. Berbagai kegiatan sosial yang telah dilakukan membuktikan bahwa kebersamaan mampu menghasilkan prestasi hingga di tingkat provinsi,” kata Ingkong.
Ingkong yang juga selaku Ketua LADK Kaltara berharap melalui raker ini dapat melahirkan program-program yang konstruktif, adaptif dan selaras dengan pembangunan daerah demi terwujudnya Kaltara yang Maju, Makmur dan Berkelanjutan.
Selanjutnya, ia menyampaikan kabar baik yakni LADK Kaltara selain resmi tercatat di Badan Kesatuan dan Politik (Kesbangpol), juga telah resmi tercatat dalam Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).
Menurutnya dengan tercatatnya LADK Kaltara di pemerintah pusat, diharapkan dapat memperkuat posisi lembaga adat di tingkat kabupaten dan kota sekaligus memudahkan akses dukungan program pemerintah.
Untuk itu, Ingkong mengajak seluruh masyarakat adat Dayak Kenyah untuk dapat berkolaborasi dan bersinergi bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.
“Melalui sinergi yang kuat antara Pemprov Kaltara dan masyarakat adat diharapkan mampu melahirkan kebijakan dan program pembangunan yang inklusif, berkeadilan serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Turut hadir dalam Raker LADK tersebut Kepala Dinas Pariwisata Kaltara Dr. Njau Anau, S.Pd., M.Si dan pengurus LADK Kaltara. (dkisp)




