Banner Header

STIT Al Anshar Menggelar Wisuda Sarjana Angkatan Ke II

redaksi

Prosesi Wisuda mahasiswa STIT Al Anshar Angkatan Ke II Tahun 2024, Sabtu (10/2/2024)
Prosesi Wisuda mahasiswa STIT Al Anshar Angkatan Ke II Tahun 2024, Sabtu (10/2/2024)

BULUNGAN – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al – Anshar menggelar rapat senat terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana ke – II, di Hotel Luminor, Tanjung Selor, Sabtu (10/2/2024).

Hadir dalam kegiatan itu Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A Paliwang, Asisten I Pemkab Bulungan, Sekertaris Kopertais XI Kalimantan Asikin Nor, Civitas Akademik Yayasan Al – Anshar, dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang mengapresiasi dan berterimakasih kepada Yayasan STIT AL Anshar sebagai salah satu perguruan tinggi di Kaltara yang telah berkontribusi dalam mendidik generasi muda dalam mewujudkan visi misi pemerintah menuju Indonesia emas 2045.

“Saya menyampaikan apreasiasi dan terimakasih atas kiprah STIT Al Anshar sebagai salah satu perguruan tinggi yang telah berperan mendidik para generasi muda penerus bangsa dengan ilmu pengetahuan  berbasis agama islam. Saya yakin lulusan STIT Al Anshar adalah SDM yang unggul dan berkualitas cerdas intelektual serta dapat berkontribusi dan berperan nyata dalam pembangunan kesejahteran masyarakat Kaltara,” ujarnya.

Baca juga  KPU Bulungan Lakukan Penghitungan Suara Ditingkat Kecamatan

Pemprov Kaltara juga telah memberikan bantuan beasiswa kepada mahasiswa STIT Al Anshar yang berprestasi dan kurang mampu. Bantuan itu sebagai wujud kepedulian dan dukungan kepada pelajar untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Saya minta mahasiswa yang berprestasi dan yang betul—betul keuangan yang pas-pasan kemudian dapat 25 mahasiswa STIT beasiswa,” tuturnya.

Sementara itu Wakil Ketua Yayasan Al Anshar Rasfidariansyah mengaku bangga atas pencapaian mahasiswa hingga sampai pada puncaknya yakni wisuda. Ia berharap pasca lulus dari STIT aAl Anshar para wisudawan dan wisudawati dapat berkontribusi untuk pembangunan daerah.

“Senang sekali rasanya, bangga sekali rasanya bisa melihat wajah-wajah Bahagia, para wisudawan/wisudawati. Tentunya dengan ilmu dan gelar yang telah saudara/i peroleh ini menjadikan kalian memiliki pengetahuan keterampilan untuk bisa menciptakan peluang-peluang baru. Menjadi inspirasi untuk membangun masa depan yang lebih baik,” harapnya.

Secara terpisah Ketua STIT Al Anshar Ulil Aydi menyebutkan terdapat 36 mahasiswa/mahasiswi yang mengikuti Wisuda Angkatan ke II. Terdiri dari 34 Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) dan 2 dari Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

“Tanpa Yayasan pasti kita tidak bisa berkumpul hari ini karena itu semua sudah dilakukan Yayasan mulai Tingkat RA hingga perguruan tinggi”, ujarnya.

“Dari semuanya itu rata IPK 3,5 plaing lama 5 tahun paling cepat 3,5 tahun. Memang wisudawan kita sangat beragam banyak sebagian senior, sangat luar biasa keinginan tekadnya untuk tetap berkuliah dengan segala drama, rintangan yang dilaluinya.,” terangnya.

“Saya berpesan kepada wisudawan/wisudawati tetaplah berjuang, tidak berhenti sampai disini. Ini menjadi awal untuk kalian bisa melanjutkan kesuksesan. Tetap berani dan kritis,” pesannya.

Dikesempatan yang sama mahasiwa yang di Wisuda Zulfikar mengaku bangga karena bisa menyelesaikan pendidikan di STIT Al Anshar meski berasal dari keluarga kurang mampu. Namun keberadaan STIT Al Anshar menjawab keraguannya untuk melanjutkan pendidikan di bangku perkualiahan. Menurutnya di STIT Al Anshar lah tempatnya untuk berproses, berpikir kritis hingga terbentuk dirinya sekarang ini.

Baca juga  Ratusan Surat Suara Di Bulungan Rusak

“Saya ingin sedikit bercerita sekitar 4 atau 5 tahun lalu ketika lulus SMA berangkat dari desa untuk menimba ilmu pengetahuan mencari kampus yang paling murah, kampus yang memudahkan kami berkualiah. Dapatlah kampus yang namanya STIT Al Anshar, sempat ada keraguan dalam hati karena minimnya fasilitas tapi itu tidak menyurutkan semangat kami untuk berproses untuk berkuliah,” ungkapnya.

“Karena di kampus inilah kami menemukan diantara  perbedaan yang senior dan junior dan menghilangkan namanya senioritas dan junioritas. Kami bagaiakan saudara, kental kekeluargaannya, saling mensuport dan menguatkan diantara satu dan lain hal. Terimakasih tak terhingga kepada ibu bapak dan wali dan keluarga yang telah membantu kami,” tutupnya. (redaksi)

Baca Juga