BULUNGAN – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bulungan, Ismail, membantah adanya informasi yang menyebut dirinya meminta bantuan sejumlah perusahaan, termasuk perusahaan tambang maupun kontraktor.
Ismail menegaskan informasi yang beredar tersebut tidak benar. Ia bahkan menyebut adanya pihak yang mengatasnamakan dirinya untuk meminta bantuan kepada perusahaan sebagai tindakan penipuan.
“Awal saya katakan, kaget. Kaget baik saya dengar dari ini langsung maupun yang beredar di WhatsApp, bahwa Kadis DLH kasarnya minta duit ke perusahaan,” ujar Ismail.
Menurutnya, dirinya tidak pernah meminta uang maupun bantuan kepada perusahaan dengan mengatasnamakan jabatan sebagai Kepala DLH Kabupaten Bulungan.
“Saya enggak tahu ini diindikasikan mereka ke sektor tambang atau yang lain sampai ke kontraktor. Dengan tegas saya tegaskan tidak ada itu, tidak benar,” tegasnya.
Ismail juga menyatakan bertanggung jawab atas pernyataan yang disampaikannya terkait isu tersebut. Ia meminta informasi yang beredar di masyarakat maupun media disampaikan secara berimbang dan berdasarkan data.
“Saya tegaskan saya bertanggung jawab terhadap apa yang saya nyatakan seperti ini. Artinya, dalam bermedia ini sebenarnya harus berimbang. Informasi yang berimbang, by data semuanya,” katanya.
Ismail juga menyinggung nama pihak atau perusahaan yang disebut dalam informasi tersebut. Ia mengaku justru ingin mengetahui pihak yang dimaksud karena sebelumnya tidak mengenal maupun mengetahui aktivitasnya.
“Seperti disebut CV apa tadi, Benuan Taca Wan apa gitu. Saya aja melacak siapa itu, kepengin juga tahu siapa, bergerak di bidang apa itu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ismail memastikan bahwa pihak yang menggunakan namanya untuk meminta bantuan kepada perusahaan merupakan tindakan penipuan.
“Oh iya, bukan indikasi lagi. Kalau menurut persepsi saya, penipuan pasti. Penipuan mengatasnamakan Kepala Dinas DLH,” tegas Ismail.
Ia kembali menekankan bahwa informasi mengenai adanya permintaan bantuan atau uang kepada perusahaan yang mengatasnamakan dirinya tidak benar. (redaksi)




