BULUNGAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bulungan dihentikan sementara selama masa libur sekolah. Kebijakan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Edaran Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 12 Tahun 2026 sebagai bagian dari evaluasi dan perbaikan tata kelola program.
Koordinator Wilayah Kabupaten Bulungan, Andika Setiawan, mengatakan penghentian operasional berlaku untuk seluruh penerima manfaat, baik siswa maupun kelompok penerima manfaat 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita)
“Berdasarkan surat edaran terbaru Nomor 12 Tahun 2026 dari BGN pusat, untuk libur sekolah dihentikan operasionalnya baik dari penerima manfaat siswa maupun penerima manfaat 3B, yaitu ibu menyusui, ibu hamil, dan balita. Semua dihentikan sementara,” ujar Andika, Senin (22/6/2026).
Ia menjelaskan, penghentian program hanya berlaku selama masa libur sekolah. Setelah kegiatan belajar mengajar kembali dimulai, program MBG akan kembali beroperasi seperti biasa.
“Penghentian ini hanya selama masa libur sekolah. Setelah siswa kembali masuk sekolah, program Makan Bergizi Gratis akan kembali berjalan,” ujarnya.
Menurut Andika, keputusan penghentian sementara tersebut diambil karena Badan Gizi Nasional tengah melakukan evaluasi dan perbaikan tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.
Perbaikan yang dilakukan meliputi sistem penyaluran program, administrasi, hingga aspek tata kelola lainnya yang dinilai perlu dibenahi agar pelaksanaan program ke depan semakin efektif dan tepat sasaran.
“Selama masa libur sekolah ini, BGN akan melakukan perbaikan dan evaluasi tata kelola SPPG, mulai dari penyaluran hingga administrasi. Tujuannya agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih baik ketika kembali beroperasi,” jelasnya.
Selain evaluasi, penghentian sementara juga dilakukan seiring adanya efisiensi anggaran yang berdampak pada pelaksanaan program di lapangan. Karena itu, seluruh SPPG yang beroperasi di Kabupaten Bulungan untuk sementara diliburkan.
Andika menambahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh mitra pelaksana terkait kebijakan tersebut. Hasil koordinasi menunjukkan seluruh mitra memahami dan menerima keputusan yang diambil oleh BGN.
“Kami sudah berkoordinasi dengan para mitra dan semuanya menerima kebijakan ini. Mereka memahami bahwa penghentian sementara dilakukan untuk mendukung proses evaluasi dan perbaikan tata kelola program secara menyeluruh,” pungkasnya. (redaksi)




