TANJUNG SELOR – Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Kalimantan Utara (Kejati Kaltara) melakukan penggeledahan di empat kantor dinas Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan satu Kantor Perwakilan Pengawasan Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM, Rabu (11/2/2026).
Penggeledahan yang dimulai sejak pukul 09.00 Wita hingga pukul 17.30 Wita tersebut dipimpin langsung oleh Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Kaltara Samiaji Zakaria. Langkah ini dilakukan dalam rangka penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pada sektor pertambangan di wilayah Provinsi Kalimantan Utara.
Adapun empat kantor dinas yang digeledah yakni Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kantor Dinas Kehutanan (Dishut), Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Utara. Selain itu, penggeledahan juga dilakukan di Kantor Perwakilan Pengawasan Pertambangan Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Provinsi Kaltara.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Kaltara Andi Sugandi mengatakan bahwa penggeledahan dilakukan untuk mencari dan mengamankan alat bukti yang berkaitan dengan perkara yang sedang ditangani.
“Penggeledahan ini merupakan bagian dari proses penyidikan atas adanya indikasi tindak pidana korupsi di sektor pertambangan di wilayah Provinsi Kalimantan Utara. Kami melakukan pencarian dokumen maupun barang bukti yang relevan dengan perkara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari kelima lokasi tersebut, penyidik berhasil mengamankan sejumlah dokumen penting, baik dalam bentuk tertulis maupun dokumen elektronik.
“Dari hasil penggeledahan, tim penyidik telah mengambil dan mengamankan beberapa dokumen tertulis serta dokumen elektronik yang diduga berkaitan dengan perkara yang saat ini sedang kami tangani,” jelasnya.
Meski demikian, pihak Kejati Kaltara belum merinci lebih jauh mengenai substansi perkara maupun pihak-pihak yang telah dimintai keterangan.
“Kami masih mendalami dokumen dan barang bukti yang telah diamankan. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan kepada publik,” tegasnya. (redaksi)




