Banner Header

Baru Selesai Dikerjakan pada 2024, Tangki Pendukung PDAM Kuala Lapang Roboh

redaksi

MALINAU – Tangki Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Kuala Lapang Kabupaten Malinau roboh pada Jumat (20/6/2025) malam. Penyebabnya diduga karena tekanan air yang berlebih sehingga bocor hingga roboh.

Satuan Pengawas Internal PDAM Malinau Sopiansyah mengatakan kronologinya berlawal saat salah satu petugas menemukan kebocoran pada tangki IPA. Karena merasa khawatir, petugas tersebut kemudian mematikan operasi pompa, namun berselang beberapa menit tangki kemudian roboh.

“Setelah pompa dimatikan kolam tersebut sudah roboh,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa tangki yang jebol merupakan tangki penampungan pendukung ke tangki utama. Meski demikian insiden itu menyebabkan distribusi air ke sejumlah wilayah di Kuala Lapang sempat terhenti sementara.

Baca juga  Polda Kaltara Musnahkan Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi

“Sebenarnya cuman support saja, IPA sentralnya adalah IPA satu dan IPA 2. IPA ini yang sebenarnya sentral pelayanan untuk Sebagian pelanggan kami,” ucapnya.

Sementara itu Wakil Bupati Malinau Jakaria yang turun langsung melakukan pemantauan mengatakan pendistribusian air bersih PDAM sudah kembali normal setelah petugas mengevakuasi bak penampungan yang rusak. Ia menjelaskan pelayanan air sempat dihentikan karena gardu listrik PDAM terkena lumpur.

Baca juga  Belum Tetapkan Tersangka, Kejati Kaltara Tunggu Hasil Audit BPKP

“Jadi jam 11 siang ini sudah dioperasionalkan seperti semula. Kenapa tadi malam sampai tadi pagi PDAM ini dihentikan sementara? Karena Gardu Listrik yang dimiliki PDAM itu terkena air dan lumpur sehingga PDAM mematikan,” jelasnya.

Diketahui IPA PDAM di Kuala Lapang baru selesai dikerjakan pada 2024 oleh pihak ketiga. Pada saat pengerjaan, pihak ketiga membuat tangki agar suplai air ke masyarakat tetap berjalan. Setelah selesai dikerjakan pihak PDAM memutuskan untuk tetap menggunakan tangki pendukung tersebut.

Baca juga  Operasi SAR Hari Ke-7 di Perairan Sebatik Resmi Ditutup, Korban Nelayan Masih Belum Ditemukan

“Tangki yang roboh itu tangki sementara yang dibuat pihak ketiga untuk menampung sementara karena ini (tangki utama, red) masih dikerjakan. Setelah ini selesai awal 2024 lalu, seharusnya sudah dibongkar oleh pihak ketiga yang mengerjakan tadi. Namun atas inisiatif PDAM ini daripada dibongkar, dipergunakan sementara untuk membantu tangki utama,” ucap Jakaria. (Aras)

Baca Juga