Banner Header

Kembalikan Formulir ke PPP, Yansen TP: Gubernur Menjadi Tujuan Kita

redaksi

TANJUNG SELOR – Bakal Calon Gubernur Kalimantan Utara Yansen Tipa Padan (YTP) mengembalikan formulir pendaftaran ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Selasa (14/5/2024). Pengembalian formulir tersebut sekaligus menjadi penutup safari politik dalam menggaet dukungan partai.

“Ini partai yang terakhir yang menutup kunci kepuasan dan keyakinan saya. Sebelumnya sudah daftar di PDIP, Golkar, PKB, kita juga di PAN, Hanura, kemudian Demokrat sendiri dan PPP,” ujarnya kepada Kaltara News.

Menurutnya ada kecocokan tersendiri dengan partai berlambang Ka’bah ini, baik secara batiniah maupun dari visi. Apalagi sebelumnya juga pernah terjalin kerjasama di Pilgub Kaltara 2020 lalu. Sehingga kerjsama ini diharapkan bisa berlanjut untuk mendukungnya sebagai bakal calon gubernur.  

Baca juga  Pemprov Kaltara Laksanakan Rapat Koordinasi Dengan Kemendagri Terkait PBBKB

“Insya allah gubernur menjadi tujuan kita dan saya percaya PPP punya harapan yang sama. Tapi ini proseslah. Hari ini formalnya di Kaltara proses berikutnya di DPP, kalau itu sudah terjadi insya allah apa yang kita cita-citakan kita berjuang bersama dengan PPP,” ucapnya.

“Jadi saya, kami bersama PPP tujuannya sama menyatukan hati bagaimana untuk berjuang mewujudkan Kalimantan Utara apa. Nanti kita sampaikan,” sambungnya.

Terkait calon pendampingnya, Ketua DPD Demokrat Kaltara ini mengaku masih berproses dan tidak ingin terburu-buru menyampaikan ke Publik. Namun ia menegaskan kelak yang dipilih menjadi wakilnya adalah sosok yang mampu bekerjasama dalam untuk membangun Kaltara.

“Sedang berproses, kita tidak bicara dulu masih ada waktu sudah pasti tapi kan nda bisa saya menyebutkan sesuatu yang masih belum form ya. Siapa wakil saya pasti inisiasi dari partai juga. Saya ingin bangun Kaltara, ingin juga wakil itu harus mampu membangun Kaltara dan saya buktikan itu,” tegasnya.

Baca juga  Gubernur Kaltara Lantik 33 Pejabat Fungsional

“Saya pernah menjadi kepala daerah, saya pernah memilih seorang wakil bersama saya, berjuang 10 tahun jadi saya tidak bisa berandai-andai ya. Untuk wakil itu bukan seremonial, bukan normatif, kita pilih seperti itikad saya bangun Kaltara,” tutupnya. (redaksi)

Baca Juga