Banner Header

Kualitas Udara Tanjung Selor Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat, Diduga Asap Kiriman

redaksi

TANJUNG SELOR – Kualitas udara di wilayah Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, berada pada kategori sangat tidak sehat pada Senin, 5 Oktober 2026. Kondisi tersebut ditandai dengan konsentrasi partikulat halus (PM2.5) yang tercatat mencapai 171,0 pada pukul 16.00 WITA.

Forecaster BMKG Tanjung Harapan, Cristianto Sihombing, mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, khususnya bagi kelompok masyarakat yang sensitif terhadap paparan polusi udara.

“Kualitas udara mulai berisiko bagi kelompok sensitif seperti penderita gangguan pernapasan, anak-anak, dan lansia. Sehingga diimbau untuk masyarakat lebih mengantisipasi,” ujar Cristianto.

Menurutnya, kondisi kualitas udara di Tanjung Selor tersebut diduga berkaitan dengan tingginya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan.

Baca juga  Welcome and Farewell Parade Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol Hary Sudwijanto

Cristianto menyebut kondisi tersebut memungkinkan dipengaruhi oleh asap atau polutan yang berasal dari wilayah lain di Pulau Kalimantan.

“Iya, dari Kaltim, Kalsel, dan Kalteng,” jawab Cristianto.

Ia menjelaskan, berdasarkan data pemantauan, terdapat ribuan titik panas yang terdeteksi di Pulau Kalimantan. Sebagian besar titik panas tersebut berada di wilayah Kalimantan bagian Selatan, Tengah, dan Timur.

“Untuk daerah Pulau Kalimantan tercatat ada 5.588 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang dan 212 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi yang tersebar masif terutama di wilayah Kalimantan bagian Selatan, Tengah, dan Timur,” bebernya.

Cristianto menjelaskan, kondisi angin turut berperan dalam membawa material asap dan polutan dari wilayah yang terdapat banyak titik panas menuju Kalimantan Utara.

“Nah, untuk penyebabnya ini mungkin karena adanya kondisi angin yang bertiup dari Selatan ke Utara sehingga membawa material asap dan polutan dari pusat-pusat titik panas di wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah menuju wilayah Kaltara,” jelasnya.

Baca juga  Perkuat Sinergi Pusat-Daerah, Wagub Kaltara Hadiri FEKDI x IFSE 2026

Dengan kondisi tersebut, masyarakat di Tanjung Selor diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kualitas udara, terutama kelompok sensitif. Masyarakat juga dapat memantau perkembangan kualitas udara dan informasi cuaca dari BMKG sebagai langkah antisipasi.

Saat ditanyakan mengenai keberadaan hotspot di wilayah Kalimantan Utara, Cristianto menegaskan bahwa berdasarkan data terbaru, tidak terdapat titik panas yang terpantau.

“Untuk data terbaru hari ini tidak ada,” pungkasnya. (redaksi)

Baca Juga