Banner Header

Polresta Bulungan Kerahkan 92 Personel Padamkan Karhutla

redaksi

BULUNGAN – Sebanyak 92 personel disiagakan dan dibagi ke seluruh wilayah Polsek jajaran Polresta Bulungan. Kesiapsiagaan ini telah dilakukan sejak sekitar dua bulan terakhir, dengan menyiapkan personel sekaligus memastikan seluruh peralatan pemadaman dalam kondisi siap digunakan.

“Dari dua bulan yang lalu pihaknya sudah menyiapkan anggota sebanyak 92 orang dengan menyiapkan satu mobil AWC, yaitu water cannon,” ujar Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto kepada Kaltara News, Senin (7/9/2026).

Selain satu unit water cannon, Polresta Bulungan juga menyiapkan tiga unit alkon yang dilengkapi selang sepanjang sekitar 100 meter. Masing-masing kendaraan memiliki kapasitas tangki hingga 1.000 liter air, dengan empat personel yang disiagakan pada setiap unit.

Peralatan tersebut dipersiapkan untuk mempercepat penanganan kebakaran di lokasi yang sulit dijangkau armada pemadam.

Baca juga  BPBD Bulungan Gerak Cepat Tangani Longsor di Jalur Poros Baratan–Tanjung Palas

Disisi lain, salah satu kendala utama yang dihadapi petugas adalah ketersediaan sumber air, terutama di wilayah Tanjung Palas Timur. Jarak sumber air dengan lokasi kebakaran bahkan dapat mencapai sekitar lima kilometer. Kondisi lahan yang sebagian merupakan kawasan gambut juga membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit.

“Khusus di wilayah Bulungan, khusus wilayah Tanjung Palas Timur memang sangat-sangat rentan terbakar. Dan yang menjadi kendala di Tanjung Palas Timur adalah susahnya mencari air, khususnya dalam pemadaman,” ungkapnya.

Kapolresta Bulungan mengatakan, kondisi tersebut pernah ditemuinya secara langsung saat melakukan pengecekan di lapangan. Meski personel dan kendaraan tersedia, jauhnya sumber air membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama. Terlebih, kebakaran yang terjadi di lahan gambut berpotensi terus meluas apabila tidak segera ditangani.

Baca juga  Pemkab Bulungan Gelar Bimtek Public Speaking Bagi Perangkat Daerah

“Saya pernah ke sana ngecek sendiri bahwa kendalanya di sana adalah jarak antara mengambil air ke titik pemadaman itu sekitar lima kilometer. Personel ada, mobil ada, cuma kita ambil, setelah itu pada saat memadamkan jaraknya terlalu jauh dan lahan itu gambut. Jadi akhirnya kurang maksimal,” bebernya.

Selain Tanjung Palas Timur, sejumlah titik lain juga menjadi perhatian kepolisian. Di antaranya wilayah Tanjung Palas Utara, khususnya Pimping, serta Tanjung Palas Tengah di kawasan Salimbatu.

Di Salimbatu, polisi juga menemukan adanya potensi kebakaran yang dipicu aktivitas pembakaran oleh masyarakat yang tidak terkontrol. Api kemudian dilaporkan meluas hingga membakar lahan dalam luasan cukup besar. Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, personel Polresta Bulungan hingga kini masih disiagakan.

Baca juga  Bupati Bulungan Tanam Padi Perdana Seluas 98 Hektare di Lahan CSR

Khusus di Tanjung Palas Timur, personel kepolisian juga terus berkoordinasi dan bergabung bersama tim dari BPBD serta perusahaan yang berada di wilayah tersebut. Sinergi lintas instansi dilakukan untuk mempercepat penanganan apabila kembali ditemukan titik api.

“Kalau personel kami masih standby-kan terus. Bahkan untuk Tanjung Palas Timur masih bergabung dengan tim dari BPBD maupun dari tim dari perusahaan juga masih bergabung terus di Tanjung Palas Timur,” pungkasnya.

Kepolisian mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok di area yang terdapat rumput atau lahan kering. (redaksi)

Baca Juga