Banner Header

Pelaksanaan MBG di SMAN 1 Tanjung Selor Dihentikan Sementara

redaksi

TANJUNG SELOR – Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Tanjung Selor dihentikan sementara. Hal itu dikarenakan adanya sejumlah siswa di sekolah tersebut yang diduga keracunan MBG.

“Untuk sementara hari ini MBG disetop sampai menunggu hasil pemeriksaan laboratorium kemungkinan seperti itu,” ujar Didik Sukamto selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Tanjung Selor.

Diketahui pada Senin (22/9/2025) sekira pukul 09.30 Wita SPPG menyalurkan menu makan bergizi gratis (MBG) berupa nasi goreng di SMA Negeri 1 Tanjung Selor. Kemudian sekitar pukul 11.30 Wita tepatnya jam istirahat makanan tersebut kemudian dibagikan kepada siswa untuk dikonsumsi.

Baca juga  Dukung Program Nasional, Polda Kaltara Bangun SPPG

Namun hanya sebagian siswa yang mengkonsumsi lantaran makanan tersebut tampak mulai berlendir atau basi, sehingga hanya lauknya yang dimakan.

“Sekitar setengah 12 anak-anak mulai mengkonsumsi, kemudian setengah 1 mulai ada yang muntah, sakit perut. Ada dua yang dibawa ke rumah sakit, ada juga yang pulang,”bebernya.

Adapun siswa yang diduga mengalami keracunan hingga saat masih dirawat di RSD Soemarno Sosroatmodjo. Untuk pengobatannya akan ditanggung oleh pihak Satuan Pengelolaan Pangan dan Gizi (SPPG).

Baca juga  Begini Saran BPS Untuk Wujudkan Swasembada Pangan di Kaltara

“Ia mereka bertanggung jawab,” singkatnya.

Koordinator Wilayah SPPG MBG Bulungan Andika Setiawan mengatakan pihaknya masih hasil laboratorium dari Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM).

“Kalau memang itu dari dapur kami akan melakukan perbaikan, evaluasi. Tapi kalau memang itu kesalahan dari luar kami mohon kooperatif,” ungkapnya.

Baca juga  Pemprov Kaltara Luncurkan Satu Data Kalimantan Utara, Pusat Integrasi Pembangunan Daerah

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) makanan yang telah diantar ke sekolah paling lambat dikonsumsi maksimal 20 menit. Lewat dari itu, maka diluar kewenangan SPPG.

“Memang awalnya itu saya menjelaskan makanan yang diantar jam berapapun itu garansi dari maksimal 20 menit. Melebihi itu resiko ditanggung sendiri,” jelasnya. (redaksi)

Baca Juga