Banner Header

Symphony De Benuanta, TVRI Kaltara Hadirkan Ruang Apresiasi Seni, Budaya, dan Kreativitas Masyarakat

redaksi

TANJUNG SELOR – TVRI Stasiun Kalimantan Utara terus berupaya menjalankan perannya sebagai lembaga penyiaran publik yang tidak hanya menghadirkan informasi aktual dan terpercaya, tetapi juga memberikan edukasi, hiburan yang sehat, serta ruang bagi masyarakat untuk mengenali dan mengembangkan potensi daerah.

Semangat tersebut menjadi salah satu landasan penyelenggaraan kegiatan Symphony De Benuanta, yang diharapkan menjadi ruang pertemuan antara seni, musik, budaya, kreativitas, dan semangat kebersamaan masyarakat Kaltara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala TVRI Stasiun Kaltara, Ari Jaya Wijaya, mengatakan kehadiran TVRI Kaltara membawa tanggung jawab besar dalam memberikan informasi sekaligus mengangkat potensi daerah, termasuk kekayaan alam, sosial, dan budaya yang dimiliki Kalimantan Utara.

“Sejak hadirnya, TVRI Kalimantan Utara membawa tanggung jawab yang tidak sederhana. Kami tidak hanya dituntut untuk menghadirkan informasi yang aktual dan terpercaya, tetapi juga berkewajiban memberikan edukasi, hiburan yang sehat, serta ruang bagi masyarakat untuk mengenali, mengembangkan, dan memperkenalkan potensi daerahnya sendiri,” ujarnya pada pembukaan acara Symphony De Benuanta, Senin (19/10/2026).

Baca juga  Parah!!! Dua Kontainer Minyakita Masuk Kaltara Tidak Sesuai Takaran

Menurutnya, Kaltara memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri, mulai dari wilayah yang luas, keberagaman masyarakat, hingga kekayaan alam dan kehidupan sosial budaya yang dinamis. Seluruh potensi tersebut dinilai perlu mendapatkan perhatian dan ruang pemberitaan yang memadai.

Symphony De Benuanta bukan sekadar kegiatan untuk memeriahkan hari ulang tahun stasiun televisi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi upaya untuk mempertemukan berbagai elemen masyarakat melalui seni, musik, budaya, dan kreativitas.

“Bagi kami, kegiatan ini merupakan ikhtiar untuk menghadirkan ruang perjumpaan antara seni, musik, budaya, kreativitas, dan semangat kebersamaan masyarakat Kalimantan Utara,” katanya.

Ia mengibaratkan nama Symphony sebagai sebuah komposisi yang terbentuk dari beragam nada, irama, dan instrumen. Setiap unsur memiliki karakter serta perannya masing-masing, tetapi dapat menghasilkan karya yang utuh ketika dimainkan secara harmonis.

Menurut Ari, filosofi tersebut sejalan dengan kondisi Kalimantan Utara yang memiliki masyarakat dari beragam latar belakang suku, tradisi, bahasa, dan kebudayaan.

Baca juga  Kembalikan Formulir Ke Hanura, Zainal A Paliwang Kenakan Topi Khas Dayak Kenyah

“Tidak semua nada harus sama untuk menghasilkan keindahan. Justru ketika setiap unsur memainkan perannya secara harmonis, lahirlah sebuah karya yang utuh dan bermakna,” ungkapnya.

Ia menegaskan, keberagaman yang dimiliki Kaltara bukanlah sesuatu yang memisahkan masyarakat. Sebaliknya, perbedaan tersebut merupakan kekuatan untuk membangun kebersamaan serta memperkuat identitas daerah.

“Melalui Symphony De Benuanta, kami ingin menyampaikan pesan bahwa keberagaman tersebut bukanlah sesuatu yang memisahkan kita. Sebaliknya, keberagaman adalah kekuatan yang dapat mempertemukan kita dalam satu semangat: membangun Kaltara yang harmonis, berbudaya, dan membanggakan,” jelas Ari.

Lebih lanjut, Ari menyampaikan bahwa kegiatan Symphony De Benuanta diharapkan dapat menjadi ruang apresiasi bagi seni dan budaya, wadah ekspresi bagi para pelaku kreatif, sekaligus sarana mempererat hubungan antarelemen masyarakat.

Baca juga  Gubernur Hadiri Rapat Konsolidasi Nasional Koperasi Merah Putih di Bali

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai sebuah pertunjukan, tetapi mampu memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan mengembangkan kreativitas tanpa meninggalkan akar budaya daerah.

“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti sebagai sebuah pertunjukan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai budaya daerah, berani berkarya, dan terus mengembangkan kreativitas tanpa melupakan akar budaya yang menjadi identitas kita,” harapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, dukungan dan kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan seni, budaya, dan pembangunan di Kalimantan Utara.

“Semoga semangat Symphony De Benuanta menjadi gambaran dari komitmen bahwa melalui harmoni, kolaborasi, dan penghargaan terhadap keberagaman, kita dapat membangun Kalimantan Utara yang semakin kuat identitasnya, semakin luas apresiasi terhadap budayanya, dan semakin besar peluang bagi masyarakatnya untuk berkarya,” tutupnya. (redaksi)

Baca Juga