Banner Header

Paslon Nomor Urut 2 Unggul Di Kaltara

redaksi

Berdasarkan hasil hitung cepat KPU melalui infopemilu2024.kpu.go.id, paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka unggu perolehan suara di Kaltara.
Berdasarkan hasil hitung cepat KPU melalui infopemilu2024.kpu.go.id, paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka unggu perolehan suara di Kaltara.

TANJUNG SELOR – Hingga H+2 pemungutan suara, pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka untuk sementara unggul perolehan suara dibanding dua paslon lainnya di Kalimantan Utara.

Berdasarkan data resmi KPU melalui website infopemilu2024.kpu.go.id. Paslon nomor urut 1 Anis Baswedan – Muhaimin Iskandar memperoleh suara sebanyak 19.427 atau 20,22 persen.

Sedangkan paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka meperoleh suara 63.470 atau 66,08 persen. Dan paslon nomor urut 3 Ganjar Pranowo – Mahfud MD memperoleh suara 13.158 atau 13,7 persen.

Baca juga  Pastikan Logistik Pemilu 2024 Dalam Keadaan Aman, Kapolda Kaltara Pimpin Pengecekan Ke Gudang KPU Di Malinau

Data itu masih bersifat sementara dan fluktuatif karena jumlah suara yang masuk baru mencapai 30,24 persen.

“Hasil itu sifatnya masih sementara jadi belum final. Jadi bisa saja nanti dia fluktuatif yang saat ini tinggi, ketika masuk daerah lain berbeda lagi,” ujar Ketua KPU Kaltara Suryanata Al Islami kepada Kaltara News, Kamis (15/2/2024).

Untuk itu ia menghimbau masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi rekapitulasi suara yang dilakukan secara manual.

“Hasilnya seperti apa, sampai sejauh ini saya tetap meminta kita semua menunggu hasil rekapitulasi manual. Walaupun ada pihak yang sudah merilis, contoh untuk presiden dan wakil presiden ada quick qount. Tapi sekali lagi untuk hasil pemilu resminya mari kita tunggu sama-sama,” terangnya.

Baca juga  Surat Suara Rusak Di Kaltara Masih Direkap

Suryanata menambahkan bahwa pihaknya dalam hal ini petugas KPPS masih kesulitan menginput data ke aplikasi sirekap karena servernya down. Oleh sebab itu penting untuk menunggu hasil resmi rekapitulasi suara secara manual yang berlangsung secara berjenjang.

“Nah saya tadi dapat laporan ada banyak teman-teman yang mengalami kendala dalam proses penghitungan sirekap. Tapi tetap mengantisipasi dengan tetap mendokumentasikan, mempotokan untuk kemudian mengupload di Tingkat kecamatan,” tambahnya. (redaksi)

Baca Juga