Banner Header

Gubernur Zainal Dorong Kerja Sama Dagang dan Investasi Kaltara-Jatim

redaksi

TARAKAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) dan Pemprov Jawa Timur (Jatim) memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi melalui Forum Temu Bisnis Misi Dagang dan Investasi yang digelar di Hotel Tarakan Plaza, Selasa (8/9).

Forum tersebut menjadi ruang untuk memperluas jaringan usaha, membuka peluang investasi, serta memperkuat hubungan ekonomi antara Kaltara dan Jatim.

Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menyambut langsung kedatangan Gubernur Jatim, Dr. (H.C.) Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., beserta jajaran Pemprov Jatim dan para pelaku usaha.

Zainal mengapresiasi kembali terlaksananya misi dagang antara kedua daerah. Menurutnya, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kerja sama serupa yang pernah digelar di Tarakan pada Maret 2023.

Baca juga  Polres Tarakan Ungkap Kasus Narkotika 3 Kg

“Kerja sama antardaerah seperti ini sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat,” kata Zainal.

Ia meminta seluruh Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani, baik antar pemerintah daerah, antar-BUMD, maupun asosiasi pelaku usaha, tidak berhenti pada seremoni. Setiap kesepakatan diharapkan segera ditindaklanjuti dalam bentuk kegiatan yang memberikan manfaat nyata.

Dalam forum tersebut, Kaltara menawarkan sejumlah peluang investasi pada sektor perikanan, perkebunan, pertambangan, energi dan industri. Berbagai komoditas unggulan seperti kepiting bakau, kepiting soka, udang windu, rumput laut, sawit, kakao, kopi, lada, kelapa, kayu legal dan rotan murai juga didorong untuk dikembangkan melalui proses hilirisasi.

Zainal menyampaikan, komoditas Kaltara perlu diolah lebih lanjut di dalam daerah agar memiliki nilai tambah dan tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah.

Baca juga  Sambut Mahasiswa Dayak Kenyah, Wagub Berpesan Berikan Yang Terbaik Untuk Kaltara

“Komoditas unggulan Kaltara harus didorong masuk ke proses hilirisasi, pengolahan, dan perluasan pasar. Kami juga membutuhkan dukungan Jatim untuk memenuhi kebutuhan pangan, pakan, pupuk, bibit, produk industri dan bahan bangunan,” jelasnya.

Selain perdagangan, Zainal turut menyoroti pentingnya efisiensi biaya logistik melalui optimalisasi muatan arus balik Tol Laut rute Surabaya–Tarakan. Kapal yang membawa kebutuhan dari Jawa diharapkan dapat kembali membawa komoditas unggulan Kaltara ke pasar Jawa.

Langkah tersebut dinilai dapat menekan biaya logistik sekaligus memperlancar distribusi barang antara kedua wilayah.

Baca juga  Kapolda Kaltara Hadiri Acara Kenal Pamit Danlanud Anang Busra, Wujud Sinergi TNI-POLRI

Zainal juga mengajak investor dan pelaku usaha Jatim memanfaatkan peluang investasi di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi, Bulungan.

Ia mendorong agar potensi energi hijau Kaltara dapat dipadukan dengan kekuatan industri manufaktur Jatim untuk membangun rantai pasok dan ekosistem industri yang lebih kuat.

“Kalau Jawa Timur dan Kalimantan Utara saling menguatkan, manfaatnya bukan hanya untuk kedua daerah, tetapi juga untuk memperkuat ekonomi nasional,” pungkasnya.

Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kaltara, H. Sapi’i, S.T., M.A.P., serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kaltara. (dkisp)

Baca Juga